| Sinopsis |
|---|
Cerita rakyat Madura, khususnya yang berkaitan dengan sumber air, menyimpan pesan ekologis yang mendalam. Melalui mitos, legenda, dan ritual yang menyertainya, masyarakat Madura telah mengembangkan mekanisme sosial dan spiritual untuk menjaga kelestarian alam. Di sinilah ekokritik dan pendekatan strukturalisme Lévi-Strauss menemukan relevansinya, yakni untuk menafsirkan lapisan makna yang terkandung di balik teks lisan dan praktik budaya. Buku ini disusun dengan memadukan kajian teoretis dan analisis empirik. Bagian awal memaparkan kerangka konseptual yang meliputi ekokritik, etika lingkungan, dan folkloristik sebagai landasan analisis. Bagian selanjutnya menyajikan narasi-narasi cerita rakyat dari berbagai lokasi di Madura, seperti Sumber Taman Sari, Sumber Belerang Misgilomi, Sumber Taman Kapedi, Sumber Taman Karduluk, dan Sumber Mati Air Omben, disertai analisis dimensi ekologis, struktur mitos, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Bagian akhir menguraikan temuan-temuan utama serta relevansinya bagi pelestarian lingkungan di masa kini dan mendatang. |
| Detail | |||
|---|---|---|---|
| Penulis | : |
|
|
| ISBN | : | 978-623-5614-76-2 | |
| Jumlah Halaman | : | ix+122 | |
| Ukuran | : | 15cm x 23cm | |
| Harga | : | 0 | |
BUKU REFERENSI
BUKU REFERENSI