| Sinopsis |
|---|
Buku Dialektika Tawasul dalam Tafsir Nusantara berisi tentang bagaimana konsep tawasul dipahami dalam dua karya tafsir penting di Indonesia, yaitu Tafsir al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir al-Ibrīz karya KH. Bisri Musthofa. Melalui perbandingan kedua tafsir tersebut, buku ini menunjukkan bagaimana satu konsep keagamaan dapat dipahami dengan pendekatan yang berbeda sesuai dengan latar sosial, tradisi keilmuan, dan konteks dakwah masing-masing mufasir. Dalam Tafsir al-Azhar, Hamka menafsirkan wasilah sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah melalui iman, ketakwaan, dan amal saleh, sehingga hubungan manusia dengan Tuhan dipahami secara langsung tanpa perantara personal. Sementara itu, dalam Tafsir al-Ibrīz, KH. Bisri Musthofa juga memaknai wasilah sebagai ketaatan dan amal saleh, namun memberikan ruang penjelasan terhadap praktik tawasul yang hidup dalam tradisi keagamaan masyarakat, selama keyakinan tauhid tetap terjaga bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan mutlak. Perbedaan tersebut tidak menunjukkan pertentangan akidah, melainkan perbedaan pendekatan tafsir. Hamka merepresentasikan corak tafsir reformis-modernis, sedangkan Bisri Musthofa mencerminkan tradisi tafsir pesantren yang lebih kultural dan komunikatif. Buku ini memperlihatkan bahwa perbedaan penafsiran justru memperkaya khazanah pemikiran Islam di Nusantara serta menunjukkan bahwa tafsir al-Qur’an selalu berdialog dengan realitas sosial dan budaya masyarakat tempat ia lahir. |
| Detail | |||
|---|---|---|---|
| Penulis | : |
|
|
| ISBN | : | 978-623-5614-78-6 | |
| Jumlah Halaman | : | vii+103 | |
| Ukuran | : | 14,8cm x 21cm | |
| Harga | : | 0 | |
BUKU REFERENSI
BUKU REFERENSI
BUKU REFERENSI