| Sinopsis |
|---|
Ilmu setia hati adalah ilmu untuk mengenal diri sendiri sebaik-baiknya. Siapa yang mengenal dirinya sendiri, dia akan lebih mudah mengenal orang lain. Orang yang bisa memimpin dirinya sendiri akan lebih mudah memimpin orang lain. Siapa yang mampu menasihati dirinya sendiri akan lebih mudah untuk bisa menasihati orang lain. Setia Hati mengandung makna; Diri Setia Kepada Hati Sanubari. Hati sanubari seharusnya selalu berposisi menghadap serta berkiblat pada ketuhanan. Diri adalah totalitas atau keseluruhan utuh bulat dari badan wadag atau jasad dengan segala kelengkapannya (panca indra, akal pikiran, kehendak keinginan, hawa nafsu, dan sebagainya). Semua itu harus sa-ling kait mengkait, isi mengisi, serap menyerap mewujudkan suatu sifat lahir batin secara utuh. Di sinilah pentingnya penselarasan jiwa, raga serta pikiran beserta alam semesta kepada Tuhan. Masing-masing komponen diri tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Setia hati adalah ilmu selamat. Supaya selamat di dunia dan selamat di akhirat. Selamat di dunia melalui ikhtiar silat dan menghindarkan diri dari merusak alam atau menyakiti hati dan tubuh orang lain. Selamat akhirat dengan cara menjaga kesucian hati dan menjalankan ibadah (darma) agar senantiasa dekat dengan Sang Khaliq. Maka harus diingat : "ilmu yang benar ialah ilmu yang sederhana, sedangkan ilmu yang sederhana itulah ilmu yang asli". |
| Detail | |||
|---|---|---|---|
| Penulis | : |
|
|
| ISBN | : | 978-623-5614-89-2 | |
| Jumlah Halaman | : | vi+154 | |
| Ukuran | : | 18,2cm x 25,7cm | |
| Harga | : | 0 | |
BUKU REFERENSI
BUKU REFERENSI